Friday, 30 September 2022
ad

Stafsus Menag: Penyuluh Agama Harus Jadi Mediator Konflik Keagamaan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Jakarta, Bimas Islam --- Staf Khusus Menteri Agama, Mohammad Nuruzzaman menginginkan para Penyuluh Agama yang berada di lingkungan Kementerian Agama mampu menjadi mediator dalam penanganan konflik keagamaan. Hal ini disampaikan Nuruzzaman saat menjadi pembicara dalam kegiatan Revitalisasi KUA melalui Program dan Layanan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah yang bertempat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Jumat (5/11/2021).

Nuruzzaman menyampaikan, Kementerian Agama akan meningkatkan pemahaman keagamaan para Penyuluh dalam upaya deteksi dini konflik keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat.

"Bahkan nanti akan ada aplikasi sebagai early warning system jika ada potensi konflik di suatu tempat bisa langsung dimasukkan ke dalam aplikasi itu agar jajaran Kemenag di pusat segera mengetahuinya," papar Nuruzzaman.

Nuruzzaman mencontohkan, ketika ada suatu polemik mengenai pembangunan rumah ibadah, maka posisi Penyuluh Kemenag harus mampu menjadi penengah dan meredam situasi agar tidak semakin memanas sehingga memunculkan konflik.

"Karena sebagai ASN di Kementerian Agama, maka kita harus hadir untuk seluruh pihak. Negara berkewajiban melindungi semua warganya," tegasnya.

Acara ini diikuti sebanyak 120 peserta yang terdiri dari unsur perwakilan KUA, mitra Direktorat Urais Binsyar, dan perwakilan Ormas Islam yang bertujuan untuk menguatkan sistem koordinasi Direktorat Urais Binsyar dalam program revitalisasi KUA agar dapat lebih efektif dan inovatif.

(Boy)