Friday, 30 September 2022
ad

Tanpa Pesta dan Arak-arakan, Duka Pengantin Anggota Komunitas Motor di Kuningan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN – Prosesi akad nikah merupakan agenda sakral bagi calon pengantin dalam menempuh hidup baru. Sehingga tidak sedikit, yang melengkapi momen bahagia itu dengan perayaan atau pesta perkawinan.

Namun, hal itu tak bisa dilakukan di masa pandemi Covid-19.

“Kami ikuti anjuran dan peraturan pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus corona,” kata seorang mempelai pria Soleh saat ditemui di Kantor Urusan Agama Kecamatan Jalaksana, Senin (1/6/2020).

Dia mengatakan ada suka dan duka saat menjalani prosesi akad nikah saat ini.

“Jika bukan musim pandemi Covid-19, kami merayakan pesta perkawinan dan ikuti budaya komunitas motor untuk di arak-arakan seperti pada umumnya,” ungkap Soleh, warga Desa Kramatmulya.

Soleh yang mempersunting Novita ini berharap mendapat kebahagian dalam mengarungi bahtera tangga dan mendapat keturunan yang baik.

“Kami minta doanya, semoga kami bisa sakinah mawadah warahmah dan mendapat keturunan yang bisa berguna dan bermanfaat,” ujarnya.

Baginya, momen pernikahan di tengah pandemi Covid-19 ini akan menjadi sebuah cerita yang akan menjadi kenangan tak terlupakan.

“Kami ambil hikmah dari kejadian di masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Seusai prosesi akad nikah, Soleh mendapat rompi kulit dari Komunitas Motor Mother Black Hawk Batavia (MBHB) Chapter Kuningan.

“Untuk penyempatan tadi memang sudah budaya di komunitas motor kami. Kebetulan saya masuk dalam klub motor,” katanya.

Ketua Komunitas Motor MBHB Kuningan, Putra Ucok, mengatakan, penyematan rompi itu merupakan budaya klub motor.

“Selain penyematan terhadap rompi untuk bermotor, kami (biasanya) juga lakukan arak-arakan terhadap pengantin,” katanya.

Namun hal itu tak dilakukan lagi di masa pandemi ini.

“Sudah lama kami tidak kumpul apalagi touring ke luar daerah. Semasa Covid-19, kami hanya ngobrol via grup WhatsApp,” katanya. (*)

https://jabar.tribunnews.com/2020/06/01/tanpa-pesta-dan-arak-arakan-duka-pengantin-anggota-komunitas-motor-di-kuningan?page=2