Friday, 30 September 2022
ad

Bimas Islam Kemenag Kabupaten Kuningan Menggelar Bimbingan Perkawinan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

KUNINGAN (KN),- Untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan kepada calon pengantin dalam berumah tangga, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan melaksanakan program Bimwin (Bimbingan Perkawinan) Bagi Calon Pengantin Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan TA 2020 bertempat di aula kantor setempat, Rabu (4/3/2020).  

“Tentunya dalam bimbingan perkawinan ini dalam rangka mewujudkan keluarga yang bahagia, membangun kesejahteraan bersama, membangun keluarga yang sehat, berkualitas dan mengatasi berbagai konflik keluarga,” kata Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Kuningan, Ahmad Fauzi, kepada kamangkaranews.com usai membuka kegiatan tersebut.

Kemudian, untuk memperkokoh komitmen terutama dalam skil atau keahlian masing-masing calon pengantin karena dalam berumah tangga bisa mengetahui bagaimana ke depan itu seperti apa, termasuk tantangan kehidupan global yang semakin berat.

“Saat ini tingkat perceraian cukup tinggi, bagaimana kita menekan angka perceraian yang disebabkan beberapa faktor seperti ekonomi, sosial dan termasuk di dalamnya kehidupan global yang semakin berat, apalagi teknologi yang semakin terbuka,” katanya.

Dijelaskan, maksud dan tujuan kegiatan Bimwin adalah memberikan pengetahuan tentang cara mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera serta mengatasi persoalan dalam berumah tangga.

Metode yang dilaksanakan dipandu oleh 10 orang fasilitator Bimbingan Perkawinan, terdiri dari para penyuluh dan penghulu yang sudah terbimtek di tingkat pusat yang dilaksanakan Dirjen Bimas Islam.

Materi yang disampaikan, yaitu mempersiapkan perkawinan kokoh menuju keluarga sakinah, mengelola dinamika perkawinan dan keluarga, memenuhi kebutuhan keluarga, menjaga reproduksi kesehatan keluarga dari Dinas Kesehatan Kuningan, mempersiapkan generasi berkualitas, mengelola konflik dan ketahanan keluarga.

Menurutnya, pengalaman-pengalaman konflik yang sering dihadapi terkait penasehatan pelestarian, disampaikan kepada calon pengantin karena dalam berumah tangga pasti akan muncul masalah ini itu agar bisa diantisipasi sehingga setiap permasalahan tidak berlarut-larut.

“Dan nanti kita juga akan melaksanakan evaluasi,” katanya.

Selain penyampaian materi, juga akan dikemas dalam bentuk game-game, misalnya “Tebak Siapa Dia”, “Tebak Kesukaan dan Karakter Calon Pengantin”, karena dua orang calon pengantin yang berbeda karakter bisa disatukan, termasuk kedua keluarga.

“Paling tidak dapat memahami kebiasaan masing-masing,” katanya.

Dalam Bimwin juga ada simulasi ijab kabul agar calon pengantin ketika pelaksanaan nanti tidak nervous atau tegang karena ijab kabul sangat sakral dan merupakan bagian dari empat pilar perkawinan.

Empat pilar perkawinan tersebut, pertama, berpasangan. Kedua, saling melengkapi. Ketiga, tidak boleh memberikan aib kedua belah pihak artinya harus bisa saling menutupi. Keempat, dalam berumah tangga harus mengedepankan musyawarah.

 

https://www.kamangkaranews.com/2020/03/bimas-islam-kemenag-kabupaten-kuningan.html