Friday, 30 September 2022
ad

Dirjen Bimas Islam: Literasi Digital Menjadi Salah Satu Instrumen Paling Efektif dalam Revitalisasi KUA

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin mengatakan, literasi digital menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam Revitalisasi KUA. Sebab menurutnya, stakeholder KUA mayoritas pengguna media sosial.

“Saya sering menyampaikan kepada teman-teman di Bimas Islam supaya aktif di medsos, terutama para Penyuluh wajib hukumnya memanfaatkan medsos, karena stakeholder kita adalah mereka yang aktif di medsos,” ujar Dirjen pada acara Revitalisasi KUA melalui Program dan Layanan Bidang Urais Binsyar Tahun 2021 Angkatan ke-2 di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/21) malam.

Ia mengungkapkan, jumlah anak-anak milenial saat ini sekitar 25 persen dari penduduk Indonesia, sementara yang lahir antara tahun 1997-2012 atau disebut sebagai generasi Z jumlahnya lebih besar, sekitar 26 persen dari penduduk Indonesia dan semuanya aktif menggunakan media sosial.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu menambahkan, sebagian besar instrumen komunikasi yang paling efektif untuk menjangkau dan menyapa mereka adalah menggunakan media sosial.

“Sehingga literasi digital ini salah satu yang akan ditransformasi di KUA, karena KUA pasti banyak berurusan dengan milenial yang mau menikah. Agar lebih mudah melayaninya bisa menggunakan media sosial,” katanya.

Pada acara yang digelar oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama RI itu, Dirjen mengimbau, para penghulu, penyuluh, dan pejabat yang berkantor di KUA untuk memanfaatkan medsos. Ia menegaskan, semuanya harus memiliki keterampilan literasi digital.

“Jadi sekali lagi, bapak dan ibu yang saya hormati mari kita bersama menyadari dan berkomitmen bahwa kita akan bertransformasi, kita akan berubah ke arah yang lebih baik, karena banyak sekali poin dan item yang akan kita transformasi di KUA itu,” pungkasnya.

Sebagai Informasi, acara yang akan digelar selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 7-9 Oktober 2021 itu diikuti oleh 78 peserta dari 27 KUA di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

(Anty)